Selasa, 31 Oktober 2017

landasan pendidikan pancasila

4 landasan Pendidikan Pancasila, Apa Saja

Pancasila merupakan suatu dasar falsafah Negara Indonesia, sebagaimana yang terncantum dalam Pembukaan UUD 1945. Maka dari itu, setiap Warga Negara Indonesia haruslah mencoba untuk bisa mempelajari, mendalami, menghayati dan mengamalkannya dalam segala bidang kehidupan.

Pancasila sebagaimana yang tercantum pada Pembukaan UUD 1945 dalam perjalanan sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia telah mengalami persepsi dan juga interpretasi, sesuai dengan kepentingan rezim yang berkuasa.

Pancasila sudah digunakan sebagai salah satu alat untuk memaksa rakyat bisa bersikap setia terhadap pemerintah yang memiliki kuasa, dengan cara menempatkan Pancasila sebagai satu-satunya asas yang ada dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia.

Pancasila yang sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan UUD 1945 menjadi Dasar Negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang harus bisa dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara.

Sementara itu, yang perlu kita ketahui, landasan Pendidikan Pancasila itu sendiri ada sebanyak 4 (empat) macam, mulai dari landasan historis, landasan kultural, landasan yuridis dan yang terakhir adalah landasan filosofis.

Landasan Pendidikan Pancasila

Landasan Pendidikan Pancasila

1. Landasan Historis

Berdasarkan dari landasan historis, Pancasila dirumuskan serta memiliki suatu tujuan yang digunakan sebagai Dasar Negara Indonesia. Proses perumusannya tersebut juga diambil dari nilai-nilai pandangan hidup masyarakat.

Setiap bangsa tentu memiliki ideologi dan pandangan hidupnya masing-masing, alias berbeda (tidaklah sama) yang mana diambil dari nilai-nilai yang hidup serta berkembang di dalam bangsa itu sendiri. Pancasila digali dari bangsa Indonesia yang memang sudah tumbuh serta berkembang semenjak lahirnya bangsa Indonesia.

Oleh para pendiri bangsa kita, dirumuskanlah dengan sederhana, namun memiliki arti yang begitu mendalam yang mana mampu meliputi sebanyak 5 (lima) prinsip (sila) yang diberi nama dengan Pancasila. Negara Indonesia merancang Dasar Negara yang justru bersumber pada nilai-nilai yang telah tumbuh, hidup dan berkembang di dalam kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia.

Nama Pancasila itu sendiri diberikan oleh salah seorang penggagasnya, yakni Ir. Soekarno yang ada pada pidatonya, tepat pada tanggal 1 Juni 1945, dalam persidangan Badan Penyidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang menjadi saran dan petunjuk seorang temannya yang ahli bahasa.

Kesimpulan : Landasan historis memiliki arti Pancasila yang didasarkan pada sejarah bangsa Indonesia itu sendiri. Nilai-nilai Pancasila yang berhasil didapat itu berasal dari bangsa Indonesia sendiri, sehingga bangsa Indonesia tak akan pernah bisa dipisahkan dengan nilai-nilai Pancasila.

2. Landasan Kultural

Pancasila menjadi salah satu pencerminan budaya bangsa, sehingga harus bisa diwariskan kepada generasi penerus atau generasi selanjutnya. Secara kultural, unsur-unsur Pancasila itu terdapat dalam adat istiadat, tulisan, bahasa, slogan, kesenian, agama, kepercayaan dan kebudayaan dalam negara Indonesia secara umum.

Pandangan hidup dari suatu bangsa merupakan salah satu hal yang memang tak boleh dipisahkan dengan kehidupan dari bangsa itu sendiri.

Suatu bangsa yang tak memiliki pandangan hidup merupakan bangsa yang memang tak memiliki kepribadian serta jati diri, sehingga bangsa tersebut menjadi mudah terombang-ambing dari berbagai macam pengaruh yang berkembang dari luar negerinya.

Pancasila di sini memiliki sifat yang terbuka, sehingga bisa mengadaptasikan dirinya dengan dan terhadap perkembangan zaman, di samping mempunyai dinamika internal secara selektif dalam proses adaptasi yang dilakukan.
Dengan inilah, generasi penerus bangsa mampu memperkaya nilai-nilai Pancasila, sesuai dengan tingkat perkembangan dan tantangan zaman yang dihadapinya terutama dalam meraih suatu bentuk keunggulan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) tanpa harus kehilangan jati dirinya.

Nilai-nilai kenegaraan dan nilai-nilai kemasyarakatan yang terkandung di dalam sila-sila Pancasila bukan hanya menjadi suatu hasil konseptual seseorang saja, melainkan menjadi suatu hasil karya yang besar milik bangsa Indonesia itu sendiri, yang diangkat dari nilai-nilai kultural yang dimiliki oleh bangsa Indonesia dengan melalui proses refleksi filosofis pada pendiri negara seperti Ir. Soekarno, M. Yamin, M. Hatta, Soepomo, serta para tokoh pendiri negara yang lainnya.

Maka dari itu, generasi penerus atau generasi selanjutnya, terutama dalam kalangan intelektual kampus ini sudah seharusnya bisa mendalami serta mengkaji karya besar itu dalam upaya guna melestarikan secara dinamis dalam artian untuk mengembangkannya sesuai dengan tuntutan zaman.

Kesimpulan : Landasan kultural adalah Pancasila yang didasarkan pada nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia itu sendiri. Maka dari itu, di sinilah peran penting dari generasi penerus bangsa, terutama pada kalangan intelektual kampus, beserta dengan seluruh lapisan masyarakat yang memang sudah seharusnya bisa mendalami secara dinamis dalam arti mengembangkannya lebih dalam lagi di era yang sudah kian modern ini.

3. Landasan Yuridis

Landasan yuridis ini merupakan landasan yang berdasar atas aturan yang dibaut setelah melalui perundingan dan permusyawarahan. Alinea ke-4 dalam Pembukaan UUD 1945 yang menjadi landasan yuridis konstitusional antara lain yang ada di dalamnya terdapat rumusan dan susunan sila-sila Pancasila sebagai dasar negara yang sah, benar serta otentik, sebagai berikut :
  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia


Batang tubuh UUD 1945 itu juga menjadi landasan yuridis konstitusional karena dasar negara yang ada pada Pembukaan UUD 1945 dijabarkan menjadi lebih lanjut dan lebih terperinci pada pasal-pasal dan ayat-ayat yang ada di dalam Batang Tubuh UUD 1945 itu.

Landasan yuridis (hukum) perkuliahan Pendidikan Pancasila yang ada di Perguruan Tinggi sudah diatur dalam UU No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 39 yang menyatakan, isi kurikulum setiap jenis, jalur dan jenjang pendidikan wajib memuat Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan.

Kesimpulan : Landasan yuridis adalah penyelenggaraan Pendidikan Pancasila yang didasarkan dalam Perguruan Tinggi yang didasarkan di ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

4. Landasan Filosofis

Landasan filosofis bersumber dari adanya pandangan-pandangan di dalam filsafat pendidikan, menyangkut keyakinan terhadap hakikat manusia, keyakinan mengenai adanya sumber nilai, hakikat pengetahuan dan mengenai kehidupan yang lebih baik dijalankan.

Secara filosofis, bangsa Indonesia sebelum mendirikan suatu negara merupakan bangsa yang berketuhanan dan berkemanusiaan, yang mana hal ini berdasar dari kenyataan objektif jika manusia itu merupakan makhluk Tuhan Yang Maha Esa.

Syarat mutlak dari suatu negara ialah dengan adanya persatuan yang terwujud sebagai rakyat (yang menjadi unsur pokok suatu negara), sehingga secara filosofis negara berpersatuan dan berkerakyatan konsekuensinya rakyat menjadi dasar ontologism demokrasi, karena memang rakyat ialah asal mula kekuasaan negara atas dasar pengertian filosofis itulah maka dalam hidup bernegara, nilai Pancasila menjadi dasar filsafat negara.

Konsekuensi dalam berbagai macam aspek penyelenggaraan negara haruslah bersumber dari nilai-nilai Pancasila, termasuk itu pada sistem peraturan perundang-undangan yang ada di Indonesia.

Maka dari itu, realisasi kenegaraan termasuk dalam proses reformasi yang terjadi dewasa ini menjadi suatu bentuk keharusan jika memang Pancasila menjadi salah satu sumber nilai dalam pelaksanaan kenegaraan baik itu di dalam pembangunan nasional, ekonomi, sosial budaya, politik, hukum, hingga pertahanan dan keamanan.

Kesimpulan : Nilai-nilai Pancasila menjadi dasar filsafat negara, maka dalam aspek penyelenggaraannya, negara harus bersumber terhadap nilai-nilai Pancasila termasuk juga dalam sistem perundang-undangan yang ada di Indonesia.

pendidikan diindonesia

Pendidikan di Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Artikel ini adalah bagian dari seri Pendidikan di Indonesia
Logo of Ministry of Education and Culture of Republic of Indonesia.svg
Pendidikan anak usia dini
Taman kanak-kanak Raudatul athfal Kelompok bermain
Pendidikan dasar (Kelas 1-6)
Sekolah dasar Madrasah ibtidaiyah Kelompok belajar Paket A
Pendidikan dasar (Kelas 7-9)
Sekolah menengah pertama Madrasah tsanawiyah Kelompok belajar Paket B
Pendidikan menengah (Kelas 10-12)
Sekolah menengah atas Sekolah menengah kejuruan Madrasah aliyah Madrasah aliyah kejuruan Kelompok belajar Paket C
Pendidikan tinggi
Perguruan tinggi Akademi Institut Politeknik Sekolah tinggi Universitas
Pendidikan di Indonesia adalah seluruh pendidikan yang diselenggarakan di Indonesia, baik itu secara terstruktur maupun tidak terstruktur. Secara terstruktur, pendidikan di Indonesia menjadi tanggung jawab Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud), dahulu bernama Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia (Depdiknas). Di Indonesia, semua penduduk wajib mengikuti program wajib belajar pendidikan dasar selama sembilan tahun, enam tahun di sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah dan tiga tahun di sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah. Saat ini, pendidikan di Indonesia diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Pendidikan di Indonesia terbagi ke dalam tiga jalur utama, yaitu formal, nonformal, dan informal. Pendidikan juga dibagi ke dalam empat jenjang, yaitu anak usia dini, dasar, menengah, dan tinggi.

Daftar isi

Sejarah

Belanda memperkenalkan sistem pendidikan formal bagi penduduk Hindia-Belanda (cikal bakal Indonesia), meskipun terbatas bagi kalangan tertentu yang terbatas. Sistem yang mereka perkenalkan secara kasar sama saja dengan struktur yang ada sekarang, dengan tingkatan sebagai berikut:
Sejak tahun 1930-an, Belanda memperkenalkan pendidikan formal terbatas bagi hampir semua provinsi di Hindia Belanda.

Jenjang

Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan.

Pendidikan anak usia dini

Mengacu Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, Pasal 1 Butir 14 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Pendidikan dasar

Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan) yaitu Sekolah Dasar (SD) selama 6 tahun dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) selama 3 tahun. Pendidikan dasar merupakan Program Wajib Belajar.

Pendidikan menengah

Pendidikan menengah merupakan jenjang pendidikan lanjutan pendidikan dasar, yaitu Sekolah Menengah Atas (SMA) selama 3 tahun waktu tempuh pendidikan.

Pendidikan tinggi

Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.
Kelas Usia
Taman kanak-kanak
Kelompok bermain 4
Kelompok A 5
Kelompok B 6
Sekolah dasar
Kelas 1 7
Kelas 2 8
Kelas 3 9
Kelas 4 10
Kelas 5 11
Kelas 6 12
Sekolah menengah pertama
Kelas 7 13
Kelas 8 14
Kelas 9 15
Sekolah menengah atas/kejuruan
Kelas 10 16
Kelas 11 17
Kelas 12 18
Akademi/Institut/Politeknik/Sekolah tinggi/Universitas
Sarjana berbagai usia (selama kurang lebih 4 tahun)
Magister berbagai usia (selama kurang lebih 2 tahun)
Doktor berbagai usia (selama kurang lebih 2 tahun)

Jalur pendidikan

Jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan.

Pendidikan formal

Pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi.

Pendidikan nonformal

Pendidikan nonformal paling banyak terdapat pada usia dini, serta pendidikan dasar, adalah TPA, atau Taman Pendidikan Al Quran,yang banyak terdapat di setiap mesjid dan Sekolah Minggu, yang terdapat di semua gereja.
Selain itu, ada juga berbagai kursus, diantaranya kursus musik, bimbingan belajar dan sebagainya.

Pendidikan informal

Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab.

Jenis

Jenis pendidikan adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan.

Pendidikan umum

Pendidikan umum merupakan pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bentuknya: sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).

Pendidikan kejuruan

Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Bentuk satuan pendidikannya adalah sekolah menengah kejuruan (SMK), sekolah menengah kejuruan ini memiliki berbagai macam spesialisasi keahlian tertentu.

Pendidikan akademik

Pendidikan akademik merupakan pendidikan tinggi program sarjana dan pascasarjana yang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu.

Pendidikan profesi

Pendidikan profesi merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memasuki suatu profesi atau menjadi seorang profesional.

Pendidikan vokasi

Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal dalam jenjang diploma 4 setara dengan program sarjana (strata 1).

Pendidikan keagamaan

Pendidikan keagamaan merupakan pendidikan dasar, menengah, dan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan dan pengalaman terhadap ajaran agama dan/atau menjadi ahli ilmu agama.

Pendidikan khusus

Pendidikan khusus merupakan penyelenggaraan pendidikan untuk peserta didik yang berkebutuhan khusus atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif (bergabung dengan sekolah biasa) atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah (dalam bentuk sekolah luar biasa

pengertian pendidikan secara umum

Pengertian Pendidikan Secara Umum 

Secara umum Pengertian Pendidikan adalah sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan dapat diartikan sebagai usaha sadar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup atau  untuk kemajuan lebih baik. Secara sederhana, Pengertian pendidikan adalah proses pembelajaran bagi peserta didik untuk dapat mengerti, paham, dan membuat manusia lebih kritis dalam berpikir.

Secara Etimologi atau asal-usul, kata pendidikan dalam bahasa inggris disebut dengan education, dalam bahasa latin pendidikan disebut dengan educatum yang tersusun dari dua kata yaitu E dan Duco dimana kata E berarti sebuah perkembangan dari dalam ke luar atau dari sedikit banyak, sedangkan Duco berarti erkembangan atau sedang berkembang. Jadi, Secara Etimologi pengertian pendidikan adalah proses mengembangkan kemampuan diri sendiri dan kekuatan individu.  Sedangkan menurut Kamus Bahasa Indonesia, pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.

Pendidikan dapat diperoleh baik secara formal dan non formal. Pendidikan secara formal diperoleh dengan mengikuti program-program yang telah direncanakan, terstruktur oleh suatu insititusi, departemen atau kementtrian suatu negara. Sedangkan pendidikan non formal adalah pengetahuan yang diperoleh dari kehidupan sehari-hari dari berbagai pengalaman baik yang dialami atau dipelajari dari orang lain.

pentingnya pendidikan disekolah

 

Pentingnya Pendidikan Karakter di Sekolah

Sekolah adalah lembaga pendidikan yang menjadi sesuatu yang amat berharga. Karena di sekolahlah terjadi transfer ilmu sekaligus penanaman nilai-nilai luhur suatu bangsa.
Oleh karena itu, kurikulum yang ada di sekolah perlu benar-benar diperhatikan.
Dewasa ini, apabila kita melihat tayangan-tayangan televisi, berita di internet banyak kejadian adanya pelanggaran dari berbagai segi mulai dari korupsi, nepotisme, perampokan bahkan pembunuhan. Bahkan nilai-nilai karakter yang dimiliki oleh sebagian anak sekolah mulai menurun. Hal ini bisa dilihat dari terlihatnya anak sekolah keluyuran dengan memakai seragam di saat jam sekolah, berkata seenaknya kepada orang yang lebih tua, apalagi sesama teman sekolah, lebih parah lagi tawuran antar sesama pelajar dengan sekolah lain.
Hal ini tentunya menjadi pertanyaan dalam benak pikiran kita, apakah itu adalah sebagai indikasi kegagalan dunia pendidikan untuk membentuk karakter peserta didik? Apakah ini sebagai kelalaian orang dewasa untuk memberi suriteladan yang baik kepada anak? Atau apakah ini pertanda kealpaan orang tua dalam mengontrol perilaku anak?
Apabila memang kita sadari demikian, maka seharusnyalah pendidikan karakter perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak. Di sekolah siswa perlu mendapatkan pembinaan karakter yang baik. Orang tua dan orang yang dewasa perlu memberikan keteladanan yang pantas untuk ditiru oleh anak.
Media masa tentunya tidaklah semua jelek, banyak tayangan yang menunjang kepada pembentukan karakter yang baik. Sebagai yang lebih dewasa, orang tua, atau pun guru tinggal memberikan arahan dalam tontonan. Karena kita sudah maklum, salah satu ciri khas anak adalah suka meniru perilaku yang lagi ngetrend. Mode rambut, pakaian dan hal lain yang ditampilkan idola nya. Tanpa adanya bimbingan maka anak akan kebamblasan dalam meniru.
 Dengan demikian Perlu diingatkan lagi bahwa pembentukan karakter harus dilakukan oleh semua pihak, terutama di sekolah sebagai lembaga pendidikan

Selasa, 05 September 2017

cara membuat nasi uduk spesial

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat nasi goreng rumahan spesial, enak, gurih, simpel dan praktis

Bahan Utama Nasi Goreng Rumahan Spesial

  • 5 piring nasi
  • 75 g smoke beef
  • 2 buah sosis, potong lingkaran
  • 2-3 butir telur ayam
  • 100 g cumi
  • 100 g udang
  • 100 g kacang polong
  • 50 g jamur kancing
  • 100 g daging ayam yang sudah di rebus, potong dadu
  • 3 sdm mentega untuk menumis

Bahan Bumbu Nasi Goreng Rumahan Spesial

  • 2 siung bawang merah, iris
  • 3 siung bawang putih, iris
  • 2 buah cabai merah, iris
  • 1/2 buah bawang bombay, cincang
  • 1 sdm saus tomat
  • 1 sdm saus sambal
  • 1 sdm saus tiram
  • kecap manis secukupnya
  • sambal terasi secukupnya
  • garam secukupnya
  • merica secukupnya

Bahan Pelengkap Nasi Goreng Rumahan Spesial

  • Tomat
  • Mentimun
  • Seladah
  • Telur

Cara membuat nasi goreng rumahan spesial, enak, gurih, simpel dan praktis

  1. Langkahh pertama masukan mentega ke dalam wajan hingga mencair
  2. Kemudian masukan bawang bombay kemudian bawang putih dan bawang merah yang sudah diiris hingga harum
  3. Masukan potongan ayam , tumis
  4. Kemudian masukan udang,cumi, smoke beef aduk hingga merata dan setengah matang
  5. Selanjutnya masukan telur hingga tercampur di atas wajan, aduk rata
  6. Lalu masukan jamur kancing, kacang polong dan cabai merah . Aduk hingga tercampur
  7. Masukan juga nasi putih dan aduk hhingga benar benar tercampur
  8. Kemudian masukan bumbu yang diberikan sambal terasi, hingga nasi berubah menjadi merah dan tercampur
  9. Jangan lupa untuk memberikan kecap manis sesuai dengan selera, aduk hingga rataCukup mudah bukan untuk membuatnya di rumah? Nasi goreng ini sangat pas untuk disajikan dalam menu hidangan utama keluarga baik di waktu sarapan maupun di waktu makan malam. Anda juga dapat berbagi link resep makanan membuat nasi goreng rumahan spesial kepada teman-teman anda melalui akun jejaring sosial anda di bawah ini. Selamat mencoba resep nasi goreng rumahan yang spesial .
  10. Terakhir masukan bumbu , garam , kaldu bubuk hingga merata, aduk dan hidangkan selagi panas

cara membuat pisang goreng spesial

Resep pisang goreng

Bahan utama :
  • Pisang kepok : 1 sisir.
Bahan adonan
  • Tepung terigu : ± 250 gram.
  • Tepung beras : ± 5 sendok makan peres.
  • Telur ayam : 1 butir.
  • Gula pasir : ± 3 sendok makan.
  • Vanili : ± ½ sendok teh.
  • Garam : ¼ sendok teh.
  • Air bersih : ± 150 ml ( secukupnya ).
  • Minyak goreng : secukupnya.
  • Ambil wadah secukupnya dan masukkan ( tepung terigu + tepung beras + gula pasir + vanili + garam ), kemudian aduk aduk hingga rata.
  • Selanjutnya tambahkan air sedikit demi sedikit sambil di aduk aduk hingga menjadi adonan yang sedikit kental.
  • Kocok telur dan masukkan dalam adonan, aduk aduk hingga rata.
  • Kupas pisang dan iris hingga hampir ke ujung ( hati hati jangan sampai terbagi dua ).
  • Panaskan minyak goreng secukupnya dengan nyala api kompor sedang.
  • Celupkan pisang ke adonan hingga tenggelam dan goreng dalam minyak panas.
  • Bolak balik supaya matang rata, setelah sedikit kuning kecoklatan angkat dan tiriskan.
  • Karena adonan menggunakan telur ayam, maka setiap akan mencelupkan pisang di sarankan untuk aduk aduk adonan dahulu, sebab jika tidak maka telur hanya ada di permukaan adonan saja.
  • Sajikan saat masih hangat.
  • Makan pisang goreng paling nikmat dengan secangkir kopi atau teh pada pagi hari atau sore hari saat santai bersama keluarga. Demikian bunda sekalian cara membuat penganan pisang goreng renyah. Baca juga resep cemilan yang lain seperti kue klepon, pelajari cara membuat kue klepon manis dan enak.

cara membuat nasi goreng




Halo pembaca! Bingung mau masak sarapan apa buat keluarga tercinta atau teman spesial? Memasak memang bukan perkara gampang sih ya? Meski banyak yang memandang sebelah mata. Memasak sesungguhnya memerlukan kreatifitas, kepekaan, dan ketepatan waktu. Nah, kreatifitas ini kadang kala menimbulkan masalah ketika ide sudah buntu alias have no more idea!
Kalau pembaca memiliki permasalahan tersebut, maka pas banget karena artikel kali ini akan menjadi penolong ketika kita sedang kehabisan ide untuk membuatkan sarapan bagi orang-orang tercinta. Ini nih, menu andalan orang Indonesia di saat sarapan. Yup, nasi goreng! Nasi goreng merupakan salah satu makanan khas Indonesia yang umumnya disantap saat pagi atau sarapan. Namun nasi goreng juga umum sebagai jajanan malam hari di berbagai kaki lima di Indonesia. Nah, resep kali ini adalah nasi goreng ayampraktis sederhana yang rasanya istimewa dan tidak kalah dengan nasi goreng di pinggir-pinggir jalan. Berikut resepnya :

Bahan-bahan

- 500 gr nasi putih
- 125 gr daging ayam yang telah dicincang halus
- 1 butir telur ayam yang telah dikocok terlebih dahulu
- 1 buah wortel yang telah dipotong dadu
- 1/2 ikat sawi atau kol secukupnya yang telah dipotong-potong (sebagai sayur tambahan jika suka)
- 2 sdm kecap manis
- 1 sdt kecap asin
- 1 sdt garam
- 5 siung bawang merah 
- 2 siung bawang putih
- 4 buah cabai merah besar (tambahkan cabai rawit jika suka pedas)
- Minyak secukupnya untuk menumis
Acar timun dan kerupuk udang (sebagai pelengkap saat disajikan jika suka)

Cara Membuat

- Campurkan bawang merah, bawang putih dan cabai ke dalam cobek lalu uleg atau haluskan sampai rata
- Masukkan minyak secukupnya ke dalam wajan, kemudian panaskan
- Masukkan campuran bumbu yang telah dihaluskan ke dalam minyak yang telah panas, kemudian tumis hingga harum
- Sisihkan bumbu yang telah ditumis pada pinggiran wajan, kemudian masukkan kocokan telur, aduk rata telur hingga menggumpal-gumpal kecil
- Kemudian masukkan daging ayam yang telah dicincang halus, masak hingga warnanya berubah agak kuning kecoklatan
- Tambahkan potongan kol atau sawi dan wortel ke dalam masakan, kemudian aduk-aduk
- Selanjutnya masukkan garam, kecap manis dan kecap asin, aduk terus hingga tercampur rata
- Terakhir, masukkan nasi putih, aduk-aduk hingga semua bahan dan bumbu merata dengan nasinya
- Sebelum disajikan jangan lupa untuk mencicipi masakan terlebih dahulu, jika sudah yakin dengan rasanya silahkan angkat dan sajikan selagi hangat, tambahkan juga acar timun dan kerupuk udang sebagai bahan pelengkap. Yumm! 
Selamat mencoba!